Pemandangan Inti Bima Sakti yang Belum Pernah Ada Sebelumnya Mengungkap Formasi Bintang Ekstrim

8

Para astronom telah mencapai terobosan dalam memahami jantung galaksi kita, dengan menangkap gambar paling detail dari Central Molecular Zone (CMZ) – wilayah turbulen yang mengelilingi lubang hitam supermasif Sagitarius A*. Dengan menggunakan Atacama Large Millimeter/submillimeter Array (ALMA), teleskop radio terbesar di dunia, para peneliti mengintip melalui gas dan debu untuk mengungkap bagaimana bintang hidup dan mati di lingkungan ekstrem ini.

Zona Molekuler Pusat: Pembibitan Galaksi

CMZ adalah wilayah seluas 650 tahun cahaya yang dipenuhi gas padat dan dingin yang mengalir di sepanjang filamen. Tidak seperti pembentukan bintang di tepi galaksi, kondisi di sini jauh lebih intens, sehingga menyebabkan lahirnya bintang-bintang masif berumur pendek yang seringkali berakhir dengan ledakan supernova yang spektakuler. Hal ini menjadikan CMZ sebagai laboratorium unik untuk mempelajari evolusi galaksi.

“Ini adalah satu-satunya inti galaksi yang cukup dekat dengan Bumi sehingga kita dapat mempelajarinya secara mendetail.” – Ashley Barnes, Observatorium Selatan Eropa (ESO)

Kompleksitas Kimia dalam Kondisi Ekstrim

Pengamatan ALMA memungkinkan tim untuk mengidentifikasi lusinan molekul di CMZ, mulai dari senyawa sederhana seperti silikon monoksida hingga molekul organik kompleks seperti metanol dan etanol. Keanekaragaman kimia ini menunjukkan betapa kayanya proses yang terjadi di zona ini. Survei tersebut, yang merupakan bagian dari ACES (ALMA CMZ Exploration Survey), memberikan wawasan yang belum pernah ada sebelumnya tentang bagaimana molekul bertahan hidup dan berinteraksi dalam kondisi ekstrem seperti itu.

Gema Alam Semesta Awal

CMZ diyakini menyerupai galaksi di alam semesta awal, tempat pembentukan bintang terjadi di lingkungan yang kacau. Dengan mempelajari bagaimana bintang-bintang dilahirkan di CMZ, para ilmuwan dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana galaksi tumbuh dan berevolusi seiring waktu kosmik. Wilayah ini menawarkan gambaran sekilas ke masa lalu, memungkinkan para peneliti memahami kondisi yang membentuk kosmos awal.

Merakit Mosaik

CMZ mencakup area sekitar tiga kali lebar bulan purnama di langit malam, terlalu besar untuk ditangkap oleh ALMA dalam satu pengamatan. Sebaliknya, tim menggabungkan pengamatan yang lebih kecil dari 66 antena radio di Chili, sehingga menghasilkan gambar terbesar yang pernah dihasilkan ALMA. Mosaik yang dihasilkan mengungkapkan kompleksitas yang bahkan tidak sepenuhnya diantisipasi oleh para peneliti.

Temuan ini dipublikasikan dalam Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society pada tanggal 25 Februari.

Terobosan ini menandai permulaan pemahaman inti Bima Sakti. Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan ALMA dan instrumen canggih lainnya akan terus menyempurnakan pengetahuan kita tentang wilayah dinamis ini, sehingga mengungkap lebih banyak tentang lingkungan paling ekstrem di alam semesta.