DNA Da Vinci: Ilmuwan Hampir Mengonfirmasi Kaitan Genetik dengan Guru Renaisans

9

Para ilmuwan yang terlibat dalam Proyek DNA Leonardo da Vinci percaya bahwa mereka mungkin telah berhasil mengekstraksi DNA dari seniman dan penemu terkenal tersebut. Terobosan tersebut, yang dirinci dalam studi pracetak baru-baru ini, menunjukkan bahwa kini dimungkinkan untuk memulihkan materi biologis dari artefak berusia berabad-abad—bahkan yang sebelumnya dianggap steril.

Memulihkan “Sidik Jari” Biologis Dari Masa Lalu

Tim peneliti mengembangkan teknik baru untuk mengekstraksi DNA dari segel lilin pada huruf kuno dan serat penyerap kertas itu sendiri. Metode ini telah mengungkap jejak DNA manusia, tumbuhan, jamur, bakteri, dan virus yang tertanam pada benda bersejarah tersebut. Para peneliti menggambarkan benda-benda ini bertindak seperti “sidik jari hidup” dari lingkungan tempat mereka tinggal.

Bukti Dari Karya Da Vinci

Dalam sebuah eksperimen penting, para ilmuwan mengambil gambar kapur yang dikaitkan dengan da Vinci, yang dikenal sebagai Anak Suci. Pengurutan generasi berikutnya mengungkapkan jejak DNA dari pohon jeruk yang ditanam di kebun Medici di Tuscany, bersama dengan DNA manusia berkualitas rendah. Yang terpenting, DNA manusia membawa penanda kromosom Y, yang menunjukkan asal usul laki-laki—profil yang konsisten dengan garis keturunan geografis da Vinci yang diketahui.

Sinyal Genetik yang Dibagikan di Seluruh Artefak Da Vinci

Penyekaan artefak tambahan yang terkait dengan da Vinci—termasuk surat berusia 500 tahun dari seorang kerabat—menghasilkan “sinyal kromosom Y yang sama.” Penanda genetik yang sama tidak ditemukan dalam karya seniman Renaisans lainnya, yang menunjukkan kemungkinan adanya hubungan kekeluargaan antara objek-objek yang terkait dengan da Vinci. Tim kini bermaksud menganalisis lebih banyak barang miliknya untuk dibandingkan.

Melacak Silsilah Da Vinci: Dulu dan Sekarang

Tujuan akhir dari proyek ini ada dua: untuk mengkonfirmasi situs pemakaman da Vinci dan merekonstruksi genom lengkapnya. Para peneliti telah menelusuri garis keturunannya hingga tahun 1331 dan mengidentifikasi keturunan yang masih hidup. Penggalian terkini di makam keluarga da Vinci di Italia mencari konfirmasi genetik lebih lanjut dari kerabatnya.

Sebuah Terobosan dalam Penelitian DNA Kuno

Meskipun temuan ini belum meyakinkan, Proyek DNA Leonardo telah mengatasi hambatan besar dalam analisis DNA kuno. Seperti yang dicatat oleh ahli biologi evolusi S. Blair Hedges, “target ini sama sulitnya dengan target yang ada”, namun tim tersebut telah menetapkan kerangka kerja yang kuat untuk mendeteksi tanda genetik pada karya sejarah. Metode ini memiliki implikasi di luar da Vinci, dan diharapkan dapat diterapkan pada tokoh sejarah lainnya di masa depan.

“Sukses kini tidak bisa dihindari karena ambang batas telah dilewati.” – Jesse Ausubel, Ketua Proyek DNA Leonardo

Kemajuan proyek ini menunjukkan bahwa rekonstruksi genom tokoh-tokoh sejarah bukan lagi sekedar kemungkinan teoritis, namun sebuah kenyataan yang semakin dekat.