Astronot Kanada Jeremy Hansen akan membuat sejarah sebagai orang non-Amerika pertama yang menjelajah melampaui orbit rendah Bumi dengan menggunakan misi Artemis 2, yang dijadwalkan diluncurkan pada tanggal 1 April. Namun, misinya bukan hanya simbol pencapaian ilmiah; ini merupakan perpaduan eksplorasi ruang angkasa yang disengaja dengan rasa hormat yang mendalam terhadap budaya Pribumi.
Patch Berakar pada Kolaborasi
Setelan penerbangan Hansen akan menampilkan tambalan unik yang dibuat bekerja sama dengan seniman Anishinaabe Henry Guimond dan pemimpin Turtle Lodge Dave Courchene III. Badan Antariksa Kanada (CSA) menggambarkan desain ini mencerminkan keterlibatan Hansen selama satu dekade dengan komunitas Pribumi, di mana ia berpartisipasi dalam upacara dan belajar dari para Sesepuh. Tambalan ini mewujudkan pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman ini, menekankan pentingnya pengetahuan tradisional dalam eksplorasi ruang angkasa.
Tujuh Hukum Suci
Bentuk tempelan heptagonal melambangkan tujuh hukum suci budaya Anishinaabe, yang dilambangkan dengan tujuh hewan:
- Kerbau (Hormat)
- Elang (Cinta)
- Beruang (Keberanian)
- Sasquatch (Kejujuran)
- Berang-berang (Kebijaksanaan)
- Serigala (Kerendahan Hati)
- Penyu (Kebenaran)
Hansen sendiri mencatat bahwa memperjuangkan nilai-nilai ini “akan membawa kehidupan yang kaya bagi kita masing-masing.” Inklusi ini menandakan pengakuan yang lebih luas terhadap perspektif masyarakat adat dalam program luar angkasa Kanada.
Simbolisme Melampaui Keterwakilan Masyarakat Adat
Patch misi dilapisi dengan simbolisme tambahan:
- Busur melambangkan Artemis, dewi perburuan Yunani, selaras dengan nama program Artemis.
- Anak panah diluncurkan dari “Pulau Penyu,” sebuah istilah Pribumi untuk Amerika Utara.
- Afiliasi Angkatan Udara Kerajaan Kanada Hansen dihormati dengan sayap astronot.
- Bendera Kanada menandakan persatuan nasional dalam upaya ini.
- Bintang Biduk dan Bintang Utara mengakui hubungan manusia dengan alam semesta, dengan merujuk pada tradisi navigasi lintas budaya.
- Bintang Utara berujung lima juga mewakili keluarga dekat Hansen dan tempat tinggal jangka panjangnya di Texas, tempat ia ditempatkan sejak 2009.
Kursi yang Diperoleh Melalui Komitmen
Dimasukkannya Hansen dalam Artemis 2 tidak hanya terkait dengan kontribusi Kanada pada ISS. Hal ini berasal dari komitmen Kanada terhadap program Artemis melalui lengan robot Canadarm3, yang memastikan kursi khusus untuk astronot Kanada. Meskipun menjadi satu-satunya pendatang baru di antara kru Artemis 2, Hansen sangat dihormati di NASA dan CSA atas kontribusi programnya, termasuk pelatihan astronot dan peran penasihat kebijakan.
Misi Artemis 2 lebih dari sekedar prestasi teknologi; ini adalah upaya yang disengaja untuk menyatukan ambisi ilmiah dan penghormatan budaya, menunjukkan pendekatan modern terhadap eksplorasi ruang angkasa.
