Bisakah Umat Manusia Bertahan dari Serangan Godzilla? Ilmuwan Menimbang

23
Bisakah Umat Manusia Bertahan dari Serangan Godzilla? Ilmuwan Menimbang

Kehadiran Monarch: Legacy of Monsters season 2 telah menghidupkan kembali pertanyaan klasik: jika Godzilla, reptil radioaktif kolosal, mengamuk di seluruh dunia, bisakah kita bertahan hidup? Meskipun premisnya sangat fantastis, para ahli paleontologi, biologi, dan fisika nuklir telah mempertimbangkan hipotesis tersebut, sehingga mengungkapkan gambaran yang suram namun sangat bernuansa. Masalah intinya bukan hanya ukuran Godzilla – yang melampaui batas biologis dunia nyata – namun besarnya gangguan yang akan ditimbulkan oleh kehadirannya.

Skala Kehancuran

Dr Emily Zarka, seorang ilmuwan monster, mencatat bahwa keberadaan Godzilla akan menjadi “peristiwa penghancuran bioma”. Ukuran dan beratnya yang sangat besar akan mengubah lanskap secara fisik, sementara radiasinya saja dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan. Ahli geologi peneliti senior, Dr. Hans-Dieter Sues, menyatakan bahwa seringnya serangan Godzilla akan menguntungkan spesies tanaman yang tangguh seperti pakis, namun juga dapat memicu runtuhnya rantai makanan laut secara regional jika ia hidup dari kehidupan laut. Dunia yang kita kenal sekarang akan berubah secara mendasar.

Dampak Godzilla pada Kehidupan Modern

Anehnya, beberapa efek mungkin tidak sedramatis yang dibayangkan. Associate Professor Deby Cassill berpendapat bahwa gangguan maritim akan dilokalisasi, mirip dengan bagaimana jalur pelayaran menyesuaikan diri dengan migrasi paus. Tanda radioaktif Godzilla bahkan dapat dilacak, meskipun besarnya skala pergerakannya akan membuat prediksi yang tepat menjadi sulit. Namun, ancaman yang lebih besar bukanlah agresi yang disengaja, melainkan kerusakan yang tidak disengaja yang disebabkan oleh gerakannya yang canggung.

Faktor Nuklir

Godzilla tidak hanya besar; dia adalah reaktor nuklir yang berjalan. Profesor Eric C. Schirmer menjelaskan bahwa Godzilla memerlukan perisai internal untuk bertahan dari radioaktivitasnya sendiri, yang berpotensi memberikan perlindungan kepada manusia… kecuali dia mengeluarkan nafasnya yang berapi-api. Dalam hal ini, populasi yang terpapar akan menderita kerusakan radiasi jangka panjang. Mengingat potensi destruktifnya, setiap upaya untuk membunuh Godzilla dapat memicu kiamat nuklir yang jauh lebih buruk, sehingga hidup berdampingan menjadi satu-satunya strategi jangka panjang yang dapat dilakukan.

Hidup Berdampingan: Realitas yang Sulit

Kunci untuk bertahan hidup bukanlah mengalahkan Godzilla, tetapi beradaptasi dengan kehadirannya. Sues, manusia perlu pindah ke daerah yang tidak mungkin terinjak, seperti jauh di bawah tanah atau di dalam bangunan yang dijaga ketat. Lebih penting lagi, Cassill menekankan bahwa perilaku umat manusia sendirilah yang merupakan hambatan terbesar. Godzilla tidak mencari konflik; kecenderungan kita untuk memprovokasi hal yang tidak diketahui itulah yang akan menentukan nasib kita.

Pada akhirnya, bertahan dari serangan Godzilla membutuhkan perubahan perspektif yang radikal. Seperti yang dikatakan Zarka, kita mungkin mulai memandang makhluk-makhluk ini bukan sebagai monster yang harus dibunuh, namun sebagai kekuatan alam yang harus dipahami dan dihormati. Pertanyaannya bukan apakah kita bisa bertahan hidup, tapi apakah kita akan belajar hidup berdampingan.