Penemuan Dino Baru: Fosil Cakar Menyarankan Perilaku Mencuri Telur

17
Penemuan Dino Baru: Fosil Cakar Menyarankan Perilaku Mencuri Telur

Sebuah fosil yang baru dianalisis menunjukkan bahwa dinosaurus kecil berbulu dari periode Kapur Akhir aktif mencuri dan mengonsumsi telur. Temuan yang dipublikasikan dalam Proceedings of the Zoological Institute of the Russian Academy of Sciences ini merinci kaki depan dan cakar unik milik genus dan spesies yang sebelumnya tidak diketahui, Manipulonyx reshetovi. Penemuan ini menantang asumsi sebelumnya tentang pola makan alvarezsaurid, keluarga dinosaurus yang terkenal dengan lengan kecil dan kaki panjang.

Anatomi Aneh Manipulonyx

Fosil tersebut, yang digali pada tahun 1979 dari Gurun Gobi Mongolia, memperlihatkan adanya pelengkap yang mencolok. Manipulonyx memiliki jari pertama yang besarnya tidak proporsional dan dua jari kedua yang jauh lebih kecil, dan tampak seperti paku di tangannya—sebuah ciri yang belum pernah terjadi sebelumnya pada dinosaurus karnivora. Ahli paleontologi Denver Fowler menggambarkan lengan itu sebagai sesuatu yang “spektakuler” dan mencatat bahwa lengan tersebut memberikan gambaran paling lengkap tentang makhluk yang sudah aneh ini.

Dari Pemburu Serangga Menjadi Pencuri Telur?

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa alvarezsaurid pada dasarnya memakan serangga, menggunakan lengannya yang pendek dan kuat untuk menggali gundukan rayap. Namun, spesimen Manipulonyx meragukan teori ini. Menurut Alexei Lopatin, ahli paleontologi di Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, struktur cakar dan jari yang rapuh akan mudah rusak saat menggali serangga.

Sebaliknya, Lopatin dan rekan-rekannya berpendapat bahwa bentuk unik cakar dan paku Manipulonyx menunjukkan adaptasi untuk menggenggam, menusuk, dan mencuri telur. Dinosaurus tersebut kemungkinan besar akan mengambil telur dengan erat sebelum melarikan diri, sebuah perilaku yang didukung oleh desain cakarnya yang tipis dan menusuk.

Mencuri Telur dalam Sejarah Dinosaurus

Konsep dinosaurus pencuri telur bukanlah hal baru. Oviraptor, dinosaurus lain yang ditemukan di Gurun Gobi, awalnya salah diidentifikasi sebagai pencuri telur hingga penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa pecahan yang ditemukan di dekat sisa-sisanya kemungkinan besar adalah milik dinosaurus tersebut. Berbeda dengan Oviraptor, Lopatin percaya Manipulonyx memiliki adaptasi yang diperlukan untuk secara aktif mencuri telur dari sarang lain.

Meskipun peneliti lain setuju bahwa hipotesis perampasan telur itu menarik, beberapa peneliti masih skeptis. Fowler berpendapat bahwa mengonsumsi telur langsung dari lengannya bisa jadi berdampak buruk mengingat tubuh dinosaurus yang berbulu. Namun, penemuan Manipulonyx memberikan bukti baru yang meyakinkan yang mendukung kemungkinan bahwa setidaknya beberapa alvarezsaurid melengkapi atau bahkan mengkhususkan diri pada pola makan telur curian.

Penemuan ini menyoroti bagaimana wawasan paleontologis dapat berkembang seiring dengan munculnya bukti-bukti baru, sehingga membentuk kembali pemahaman kita tentang perilaku dan ekologi dinosaurus. Anatomi unik Manipulonyx menunjukkan strategi pemberian makan yang lebih kompleks dan oportunistik daripada yang dibayangkan sebelumnya, menunjukkan bahwa beberapa dinosaurus bersedia mengambil makanan meskipun itu berarti menyerbu sarang lain.