Fungsi Mata Burung Tanpa Darah: Peran Pecten dalam Penglihatan Bebas Oksigen

10
Fungsi Mata Burung Tanpa Darah: Peran Pecten dalam Penglihatan Bebas Oksigen

Burung memiliki sistem visual yang unik, menentang biologi vertebrata konvensional dengan mempertahankan fungsi retina tanpa pembuluh darah. Selama berabad-abad, para ilmuwan bingung atas anomali ini, dan sekarang, tim dari Universitas Aarhus telah menunjukkan mekanismenya: pecten oculi, struktur misterius di dalam mata, bertindak sebagai solusi biologis untuk pengiriman oksigen.

Retina Anoksik Dijelaskan

Kebanyakan retina hewan bergantung pada darah yang kaya oksigen untuk bahan bakar sel. Namun, retina burung beroperasi dalam kondisi anoksik – artinya tanpa oksigen – karena tidak adanya pembuluh darah. Ini bukan suatu kebetulan: ini adalah adaptasi evolusioner.
Meskipun sel dapat bertahan hidup dengan glikolisis anaerobik (mengubah glukosa menjadi energi tanpa oksigen), proses ini tidak efisien dan menghasilkan asam laktat beracun. Burung mengatasi masalah ini dengan menggunakan pecten oculi untuk menyediakan glukosa dan menghilangkan asam laktat, sehingga mencegah kerusakan sel.

Pecten Oculi: Misteri Berabad-abad Terpecahkan

Pekten okuli, pertama kali diamati pada akhir abad ke-17, adalah struktur bervaskularisasi tinggi yang berdekatan dengan retina. Sudah lama diperdebatkan apa fungsinya. Penelitian terbaru menegaskan bahwa pekten adalah sistem transportasi glukosa yang sangat efisien.
Penelitian yang dilakukan pada kutilang zebra menunjukkan bahwa retina bagian dalam bergantung sepenuhnya pada glikolisis anaerobik, sehingga mengonsumsi glukosa sekitar 2,5 kali lebih banyak daripada otak burung. Pekten memastikan pasokan berkelanjutan sekaligus membuang sisa metabolisme.

Keuntungan dan Implikasi Evolusioner

Struktur mata yang tidak biasa ini kemungkinan besar berevolusi karena beberapa alasan:
Mengurangi gangguan penglihatan: Pembuluh darah dapat mengganggu penglihatan, terutama pada spesies yang memerlukan penglihatan jernih.
Adaptasi di dataran tinggi: Burung yang bermigrasi di dataran tinggi menghadapi kelangkaan oksigen, sehingga penglihatan anoksik menjadi keuntungan untuk bertahan hidup. Elang ular berjari pendek, misalnya, memiliki retina yang terlalu tebal untuk difusi oksigen dan sangat bergantung pada sistem ini.

Penemuan ini dapat mempunyai implikasi yang lebih luas: memahami bagaimana mata burung bertahan hidup tanpa oksigen dapat memberikan wawasan dalam mengatasi kekurangan oksigen pada hewan lain, termasuk manusia yang menderita stroke. Mekanisme yang mendasarinya juga dapat menjadi masukan bagi penelitian mengenai ketahanan seluler dalam kondisi ekstrem.

Sebuah Terobosan Kolaboratif

Setelah delapan tahun melakukan penelitian, yang melibatkan para ahli di berbagai bidang ilmu pengetahuan, fungsi pecten oculi kini menjadi jelas. Penemuan ini menyoroti kekuatan kolaborasi interdisipliner dalam mengungkap misteri biologis yang kompleks, menunjukkan bagaimana evolusi selama jutaan tahun telah membentuk salah satu adaptasi alam yang paling luar biasa.