Sidik Jari Raider Kuno Mengungkap Asal Usul Perahu Papan Tertua di Skandinavia

16

Sebuah kapal perang berusia 2.400 tahun, kapal Hjortspring, telah menghasilkan petunjuk luar biasa tentang awaknya: sebuah sidik jari yang terawetkan dalam ter dempul kuno. Penemuan ini, di samping analisis kimia yang terperinci, membentuk kembali pemahaman kita tentang siapa penyerang awal di laut ini dan dari mana mereka berasal.

Perahu Hjortspring: Jendela Menuju Masa Lalu

Perahu Hjortspring adalah kapal papan kayu tertua yang diketahui di Skandinavia. Digali pada tahun 1920 dari rawa di Denmark, kapal ini tenggelam pada abad keempat SM. setelah serangan di pulau Als. Para pembela setempat menenggelamkan kapal tersebut sebagai persembahan, melestarikannya di lingkungan yang miskin oksigen selama ribuan tahun. Perahu tersebut kini disimpan di Museum Nasional Denmark, namun asal muasalnya masih menjadi misteri hingga saat ini.

Analisis Baru Mengungkap Rahasia Kuno

Para peneliti memeriksa kembali pecahan perahu yang telah diawetkan secara kimia, termasuk potongan ter dan tali yang mendempul. Sidik jari yang ditemukan di tar memberikan hubungan langsung dengan pembuat atau reparasi kapal kuno tersebut. Yang lebih penting lagi, komposisi kimia tar – campuran lemak hewani dan getah pinus – menunjukkan bahwa kapal tersebut dibangun di wilayah dengan hutan pinus yang melimpah.

Temuan ini bertentangan dengan teori sebelumnya yang menyatakan bahwa kapal tersebut berasal dari dekat Hamburg, Jerman. Bukti baru malah menunjuk ke wilayah Laut Baltik, khususnya di suatu tempat di sepanjang pantai timur pulau Rügen. Hal ini menunjukkan bahwa para perampok berlayar jauh di perairan terbuka untuk mencapai target mereka.

Kencan dan Rekonstruksi

Penanggalan karbon pada tali tersebut memastikan usia perahu tersebut antara tahun 381 dan 161 SM, sehingga menempatkannya pada Zaman Besi pra-Romawi. Para peneliti bahkan menciptakan kembali proses pembuatan tali untuk lebih memahami teknologi kuno. Pemindaian sinar-X resolusi tinggi digunakan untuk membuat model 3D digital, memungkinkan analisis sidik jari secara mendetail. Meskipun cetakan tersebut tidak mengungkap identitas individu, kehadirannya masih memiliki hubungan yang luar biasa dengan masa lalu.

Implikasi dan Penelitian Masa Depan

Penemuan ini menyoroti sejauh mana peperangan dan perdagangan maritim kuno di Skandinavia. Para perampok tersebut bukanlah orang lokal, namun melakukan perjalanan dari wilayah yang jauh dengan hutan pinus, yang menunjukkan adanya kampanye yang terorganisir dengan baik di laut terbuka.

Para peneliti berharap dapat mengekstraksi DNA manusia dari tar untuk mempelajari lebih lanjut tentang para kru. Memahami serangan-serangan awal ini akan membantu merekonstruksi jaringan maritim kuno dan kekuatan yang mendorongnya.

Sidik jari, meskipun kecil, memberikan hubungan nyata yang langka dengan mereka yang berlayar, berperang, dan akhirnya kehilangan nyawa dalam konflik kuno ini. Ini adalah pengingat yang jelas bahwa bahkan di masa lalu, kisah manusia dapat ditemukan di tempat yang paling tidak terduga.