додому Teknologi & Sains Luar Angkasa Earl Yang Membuat Teleskop Leviathan

Earl Yang Membuat Teleskop Leviathan

William Parsons, yang dalam sejarah dikenal sebagai Earl of Rosse ke-3, bukan hanya seorang bangsawan yang memiliki hobi. Dia adalah seorang insinyur obsesif yang mengubah cara kita memandang bintang. Lahir di York, Inggris, pada tahun 1800, ia menghabiskan hidupnya menjembatani kesenjangan antara politik dan fisika. Warisannya? Leviathan dari Parsonstown. Itu adalah teleskop pemantul terbesar pada abad ke-19.

Jalannya menuju bintang dimulai di Bumi. Pada tahun 1821, Parsons memasuki House of Commons. Ia mengundurkan diri dari kursi tersebut pada tahun 1834. Kemudian, pada tahun 1841, ia mewarisi gelar ayahnya. Ia menjadi Earl of Rosse ke-3. Dia bertugas di House of Lords sebagai salah satu rekan Irlandia. Tapi dia tidak tertarik memperdebatkan hukum. Dia tertarik untuk membuat mesin yang bisa melihat lebih jauh dari mata manusia lainnya.

Bagaimana Lord Rosse Memecahkan Masalah Cermin

Tantangannya sederhana: membuat cermin yang cukup besar untuk melihat jauh ke angkasa. Masalahnya rumit: membuatnya tanpa merusaknya. Parsons menghabiskan lima tahun mencari paduan yang tepat. Dia memilih spekulum logam. Barang ini berat. Itu adalah paduan dari kira-kira dua bagian tembaga dengan satu bagian timah menurut beratnya. Beberapa pembuat mengubahnya dengan menggunakan logam lain. Tapi Parsons membutuhkan ketelitian.

Mengapa campuran itu sangat penting?

Menambahkan lebih banyak tembaga membuat cermin tidak terlalu rapuh. Kecil kemungkinannya untuk pecah selama konstruksi. Tapi ada batasannya. Cermin menjadi lebih rentan terhadap retakan kecil di permukaan saat mendingin. Ini juga lebih cepat ternoda. Dan warnanya kurang putih, sehingga mempengaruhi kejernihan.

Parsons kesulitan dengan proses casting. Dia tidak bisa membuat potongan besar tanpa menggunakan terlalu banyak tembaga. Hasilnya? Cermin pertamanya yang berdiameter 36 inci (91 cm) bukanlah sebuah piringan padat. Itu terdiri dari 16 pelat tipis. Dia menyolder pelat-pelat ini ke kerangka kuningan. Itu adalah solusinya. Itu sangat cerdik. Itu perlu.

Kompromi ini memungkinkan dia membangun teleskop yang mendominasi langit malam selama beberapa dekade. Leviathan bukan sekadar lensa. Itu adalah kemenangan ilmu material. Terbukti bahwa dengan obsesi yang cukup, Anda bisa memaksa alam untuk menuruti keinginan Anda. Meskipun itu berarti merekatkan 16 keping logam untuk menangkap cahaya bintang.

Leviathan 72 inci dan Wahyu Spiral

Membuat cermin berukuran 36 inci tetap mempertahankan bentuknya tanpa pecah bukanlah hal yang mudah. Ini adalah masalah yang menghantui para pembuat teleskop besar selama beberapa dekade. Namun Lord Rosse berhasil menerobos. Dia berhasil menuang dan mendinginkan logam tanpa memecahkannya. Terobosan itu memberinya kepercayaan diri untuk melangkah lebih besar. Jauh lebih besar.

Pada tahun 1842, pengerjaan cermin dengan diameter 72 inci dimulai. Itu adalah kaca dan logam berukuran 183 sentimeter. Pada tahun 1845, piringan seberat empat ton itu akhirnya dipasang. Seluruh aparat duduk di tanah miliknya di Kastil Birr, Irlandia. Teleskop itu sendiri membentang 54 kaki ke langit. Itu adalah struktur yang sangat besar.

“Gambar galaksi spiral M51 yang dibuatnya adalah karya klasik astronomi pertengahan abad ke-19.”

Cuaca adalah musuh sebenarnya di sini. Ini adalah kejadian langka ketika awan tidak menghalangi. Namun saat langit cerah, hasilnya menakjubkan.

Rosse menggunakan raksasa ini untuk melihat sesuatu yang disebut “nebula”. Kita sekarang tahu bahwa banyak dari objek tersebut sebenarnya adalah galaksi utuh. Teleskopnya mengungkapkan bahwa mereka memiliki bentuk spiral. Ini adalah perubahan pemahaman yang besar. Dia menggambar galaksi spiral M51. Ini menjadi gambaran yang terkenal dalam sejarah ilmu pengetahuan.

Dia juga mempelajari Nebula Kepiting. Dia memberikan namanya. Dan dia membuat catatan rinci tentang Nebula Orion. Ini bukan sekadar pandangan sekilas. Itu adalah pengamatan yang cermat.

Teleskop tidak bertahan selamanya dalam bentuk aslinya. Itu dibongkar pada tahun 1908. Untuk waktu yang lama, tidak ada yang lebih besar dari yang digunakan oleh para astronom. Rekor itu bertahan hingga tahun 1917. Kemudian, reflektor 100 inci dipasang di Observatorium Mount Wilson di California. Itu adalah ruang lingkup 254 sentimeter. Butuh lebih dari satu dekade bagi seseorang untuk membuat instrumen yang lebih besar.

Saat ini, Anda masih dapat melihat sisa-sisanya. Teleskop direkonstruksi. Pemasangan batu asli telah dipulihkan. Itu terletak di halaman kastil di Birr. Ini merupakan monumen atas apa yang terjadi ketika Anda membangun sesuatu yang cukup besar untuk melihat alam semesta berubah bentuk.

Exit mobile version