Penjelajah Curiosity NASA telah menangkap gambar menakjubkan dari lanskap bertekstur unik di dalam kawah Antofagasta di Mars. Penemuan ini, yang ditandai dengan ribuan poligon berbentuk sarang lebah yang berulang, telah memicu minat yang besar di kalangan ilmuwan planet karena pola-pola ini mengungkap iklim kuno Planet Merah.
Penemuan: Pemandangan Poligon
Meskipun teksturnya mirip dengan sisik reptil—sehingga beberapa orang menyebutnya sebagai “sisik naga”—para ilmuwan NASA menggunakan istilah yang lebih teknis. Ilmuwan proyek Abigail Fraeman dari Jet Propulsion Laboratory menggambarkan temuan ini sebagai “poligon berbentuk sarang lebah” yang muncul dalam tesselasi masif dan berulang.
Yang membuat temuan ini menonjol adalah skalanya. Meskipun pola batuan poligonal telah diamati di Mars sebelumnya, Fraeman mencatat bahwa kelimpahan dan luasnya pola ini—yang membentang beberapa meter di mosaik Mastcam penjelajah—belum pernah terjadi sebelumnya.
Menguraikan Pola: Bagaimana Bentuk Batuan “Tumbuh”.
Untuk memahami arti bentuk-bentuk ini, para ilmuwan melihat kesejajaran geologis di Bumi. Di planet kita, pola poligonal seperti ini biasanya terbentuk melalui dua proses utama:
- Pengeringan: Saat lumpur atau tanah basah mengering, tanah tersebut menyusut dan retak. Siklus pembasahan dan pengeringan yang berulang mengubah retakan sederhana menjadi jaringan geometris yang kompleks.
- Krioturbasi: Di lingkungan beku seperti Antartika, pemuaian dan penyusutan es di dalam tanah menciptakan retakan poligonal serupa.
Mengapa hal ini penting bagi Mars:
Mars kehilangan sebagian besar air permukaan cairnya miliaran tahun yang lalu. Karena retakan pengeringan memerlukan kelembapan, menemukannya di Mars adalah “senjata api” yang langka bagi aktivitas air di zaman dahulu. Adanya pola-pola ini menunjukkan bahwa wilayah Antofagasta pernah mengalami siklus perubahan lingkungan —periode pembasahan yang diikuti dengan pengeringan.
Menghubungkan Titik-Titik: Dari Pontours ke Antofagasta
Para ilmuwan saat ini sedang menyelidiki apakah situs baru ini terkait dengan formasi Pontours, lokasi Mars yang diidentifikasi pada tahun 2023 yang juga menampilkan pola heksagonal teratur.
Penelitian tentang Pontours menunjukkan proses evolusi spesifik untuk bentuk-bentuk berikut:
1. Tahap Awal: Satu kali pengeringan akan menimbulkan retakan sederhana berbentuk T.
2. Tahap Dewasa: Siklus pembasahan dan pengeringan yang berulang-ulang mengubah retakan tersebut menjadi persimpangan berbentuk Y.
3. Tahap Akhir: Retakan yang saling berhubungan ini akhirnya membentuk pola “sarang lebah” heksagonal yang stabil.
Situs Antofagasta menunjukkan beberapa variasi, khususnya punggung bukit. Punggungan ini sering kali terbentuk ketika mineral meresap ke dalam retakan kuno; setelah material di sekitarnya terkikis, retakan berisi mineral tetap menjadi struktur yang meninggi. Hal ini mungkin menunjukkan proses geologis yang sedikit berbeda atau tahapan transisi lingkungan yang berbeda dibandingkan yang terlihat di Pontours.
Jalan ke Depan
Meskipun bukti visualnya meyakinkan, para ilmuwan belum dapat memastikan apakah kedua situs tersebut identik. Masih ada bagian penting dari teka-teki ini: komposisi mineral. Di situs Pontours, ditemukan garam, menunjukkan adanya air asin yang menguap (air asin).
Curiosity telah mengumpulkan data dari kawah Antofagasta. Saat para peneliti menganalisis sampel-sampel ini, mereka bertujuan untuk menentukan apakah susunan kimiawi dari “sisik naga” ini cocok dengan sejarah kaya garam di situs basah Mars lainnya.
Penemuan pola-pola luas ini memperkuat konsensus ilmiah yang berkembang: Mars pernah menjadi dunia yang jauh lebih dinamis dan berair dibandingkan permukaannya yang gersang saat ini.
Kesimpulan
Penemuan pola poligonal masif di kawah Antofagasta memberikan bukti baru tentang siklus basah-kering kuno yang berulang di Mars. Saat para ilmuwan menganalisis data yang dikumpulkan, “sisik naga” ini mungkin memberikan petunjuk penting mengenai sejarah kompleks air dan iklim di Planet Merah.





























