Bagaimana Teknologi Lendutan Asteroid Dapat Menyelamatkan Kita Dari Kepunahan

3

Langit di atas kita tidaklah kosong. Itu penuh dengan puing-puing. Sebagian besar berupa debu tidak berbahaya atau batu-batu kecil yang terbakar sebelum menimbulkan masalah. Namun beberapa objek cukup besar untuk menulis ulang sejarah. Ini adalah objek dekat Bumi (NEO) yang menimbulkan bahaya dampak bumi.

Kami tahu ancaman ini tidak bersifat teoretis. Enam puluh lima juta tahun yang lalu, tabrakan mengakhiri zaman dinosaurus. Ledakan yang terjadi seketika itu sangat menghancurkan. Tapi pembunuh sebenarnya adalah apa yang terjadi setelahnya. Dampaknya melemparkan awan debu dan puing dalam jumlah besar ke atmosfer. Sinar matahari terhalang. Suhu turun drastis. “Dampak musim dingin” ini menghambat kehidupan tanaman. Kelaparan menyusul. Ekosistemnya runtuh.

Saat ini, para ilmuwan memantau objek-objek ini dengan perasaan mendesak yang tidak ada pada beberapa dekade yang lalu. Bahayanya bergantung pada dua hal: massa dan kecepatan. Sebuah asteroid besar yang bergerak cepat melepaskan energi yang diukur dalam jutaan ton TNT. Sebagai perbandingan, jumlah tersebut berkisar antara 10 megaton hingga 1 miliar megaton. Benda-benda yang mampu menyebabkan kerusakan tersebut berkisar antara lebar sekitar 50 meter (160 kaki) hingga lebar 20 kilometer (12 mil).

Terakhir kali sesuatu yang benar-benar merusak menimpa kita adalah peristiwa Tunguska pada tahun 1908. Peristiwa ini meratakan hutan di Siberia. Tidak ada kawah yang tersisa karena kemungkinan besar benda tersebut meledak di udara. Ini menjadi pengingat akan kerentanan kita.

Mengapa pelacakan NEO penting saat ini

Sejak tahun 1990an, program pencarian khusus telah memindai langit. Mereka mencari objek yang kemungkinan bertabrakan. Kenapa sekarang? Karena kami menjadi lebih baik dalam menemukannya. Tujuannya bukan sekedar observasi. Ini adalah pencegahan.

Jika kemungkinan terjadi tabrakan, kami punya opsi. Kita tidak harus hanya menonton. Proyektil non-ledakan dapat digunakan untuk mendorong asteroid keluar jalur. Dalam kasus ekstrim, senjata nuklir mungkin merupakan satu-satunya cara untuk mengarahkan objek besar. Ilmu pengetahuan sedang berkembang. Teknologi ini sedang diuji. Pertanyaannya bukanlah apakah kita bisa menghentikan asteroid. Masalahnya adalah apakah kita bisa bertindak cukup cepat.

“Jumlah kerusakan terutama bergantung pada massa benda yang bertabrakan dan kecepatan relatifnya.”

Pencarian berlanjut. Teleskop baru sedang dibangun. Algoritma baru sedang dikembangkan. Kami sedang mempelajari di mana letak bahayanya. Kami sedang mencari tahu objek mana yang penting. Ancamannya nyata. Responsnya membaik. Jam terus berdetak, namun melambat.